Perbedaan Data dan Informasi : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

Perbedaan Data dan Informasi – Seringkali dalam keseharian, meneliti, memberitakan, atau berargumen tentang sesuatu dituntut untuk berdasarkan data dan informasi yang valid. Namun, penggunaan dua kata tersebut sering menjadi salah kaprah bagi masyarakat.

Padahal, dua kata ‘data’ dan ‘informasi’ memiliki esensi dan substansi yang berbeda. Walaupun begitu, data dan informasi saling berkaitan satu sama lain. Kita selalu mendengar atau membaca kata “data” dan “informasi” dalam keseharian.

Kita kerap menemui istilah data dan informasi diucapkan dengan makna yang sama, yaitu sebagai instrumen pendukung dari suatu penelitian, atau pendukung argumen saja. Namun, benarkah kedua kata tersebut memiliki makna yang sama? Dan jika tidak, bagaimana perbedaannya?

Dalam proses penyusunan penelitian atau mendukung argumentasi, kita pasti memerlukan suatu instrumen pendukung. Instrumen tersebut tak lain adalah data. Sebelum kita menelusuri ciri-ciri dan contoh dari data, hendaknya kita menyimak pandangan beberapa ahli berikut. Pendapat masing-masing saling terkait satu sama lain.

Pengertian Data Menurut Para Ahli

Pengertian Data Menurut Para Ahli
Pengertian Data

Data menggambarkan kejadian nyata yang padu. Ini merupakan inti dari pendapat Anhar, Lia Kuswayatno, dan Haer Thalib. Anhar menambahkan jika data merupakan bahan informasi. Lia Kuswayatno menganggap kejadian harus empirik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Haer Thalib menyatakan data dibentuk oleh kumpulan fakta. Kesamaan pendapat ahli juga terdapat pada wujud data yaitu simbol kuantitas, seperti angka, lambang, sifat, kata, grafik, dan sebagainya. Mereka adalah Kuswadi dan E. Mutiara, Supriyanto dan Ahmad Muhsin, Nuzulla Agustina, Arikunto, serta Selamet Riyadi.

Nuzulla Agustina menambahkan bahwa simbol-simbol ini menyatakan pemikiran, objek, kondisi, serta situasi. Kemudian, J. Sriyanto menyebutkan bahwa data adalah keterangan dari informasi tentang objek. Zulkifli A.M menambahkan jika keterangan ini belum diolah.

Data pun hendaknya diperoleh langsung dari observasi atau eksperimen. Kristanto melengkapi pendapat mereka dengan menjelaskan fungsi data untuk mengurangi derajat ketidakpastian sesuatu. Dari pandangan-pandangan ahli di atas, dapat disimpulkan suatu pengertian tentang data.

Jadi, data adalah suatu keterangan tentang sesuatu yang diteliti atau diobservasi berupa himpunan fakta, grafik, tabel, angka, atau hal-hal lain yang benar-benar terjadi atau ditemui pada kehidupan sehari-hari dan diperoleh secara langsung tanpa diolah (dianalisis) terlebih dahulu. 

Ciri-ciri Data

Ciri Ciri Data
www.yuksinau.id

Telah dijelaskan bagaimana pengertian data. Setelah memahami pengertian di atas, mari menyimak apa saja ciri-ciri data. Agar dari ciri-ciri tersebut, kita dapat memiliki pandangan tentang data sekaligus membedakannya dari informasi: 

  • Data tidak mempunyai makna apapun sebelum dianalisis berdasarkan tujuan atau kepentingan si pengguna. Hal tersebut sesuai dengan pengertian data yang masih bersifat orsinil. Artinya, data masih berupa keterangan mentah yang belum dianalisis sesuai metode-metode tertentu. 
  • Data terdiri atas kumpulan bentuk data tunggal atau datum. Datum dihimpun dari peristiwa, baik melalui observasi, wawancara, maupun metode yang lain. Kumpulan dari data tunggal tersebut nantinya akan diolah. Setelah diolah akan menjadi suatu informasi. 
  • Jika belum diolah, maka data tersebut tidak bisa menjadi alat bukti yang sah sebagai kejelasan atas suatu peristiwa. Walaupun memiliki data yang begitu banyak, hal tersebut belum tentu bisa menjadi alat bukti yang sah. Sah atau validnya data yaitu apabila telah diverifikasi keabsahannya terlebih dahulu. 

Jenis-Jenis Data

Jenis Jenis Data
www.mypress.mx

Data dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari observasi secara langsung. Umumnya, data kualitatif mencakup aspek normatif, nilai-nilai, tradisi, kebudayaan, agama, filosofis, atau aspek-aspek lain yang bersifat abstrak dan bersifat uncountable (tidak bisa dihitung). Sehingga, data kualitatif sering digunakan dalam penelitian yang bersifat humaniora (non-eksakta).

Selain itu, data dapat digolongkan menjadi data kuantitatif. Berbanding terbalik dengan data kualitatif, data kuantitatif lebih menitik beratkan terhadap angka-angka, statistik, maupun rumus-rumus matematis. Seringkali, angka-angka dalam data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel, diagram, atau grafis untuk mempermudah pemahaman pembacanya. 

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik Dan Instrumen Pengumpulan Data
moondoggiesmusic.com

Data perlu diperoleh dengan cara mengumpulkannya. Dalam mengumpulkan data, terdapat banyak metode dalam melaksanakan hal tersebut. Teknik pengumpulan data antara lain angket/kuisioner, studi pustaka, wawancara, dan observasi.

Jenis-jenis teknik dan instrumen tersebut memang bervariasi, namun kita dapat bebas menggunakannya sesuai kemampuan dan preferensi masing-masing. Dalam menggunakan angket, peneliti akan menyebar suatu pertanyaan atas suatu isu dengan soal-soal yang akan ditanggapi responden secara subjektif.

Studi pustaka adalah cara menghimpun data dengan mempelajari buku-buku (referensi) yang berkaitan dengan penelitian. Teknik wawancara bertujuan menggali data secara langsung dari narasumber yang kredibel. Observasi dilakukan dengan meninjau objek secara langsung, mulai dari  aktivitas, situasi, pola budaya, dan unsur nilai lain yang dibutuhkan.  

Hal yang perlu diperhatikan adalah orisinalitas. Jangan pernah ‘membiaskan’ data dengan memanipulasinya. Data yang telah dimanipulasi akan berpengaruh terhadap hasil dan tindak lanjut setelahnya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Data yang aktual dan faktual berasal dari data yang murni dan orisinil. 

Proses Verifikasi Data

Proses Verifikasi Data
www.liputan6.com

Suatu data dapat dikatakan valid apabila telah melalui proses verifikasi. Proses tersebut berarti melakukan peninjauan kembali (cross-check) tentang isi-isi data yang telah diperoleh. Hal tersebut menjadi penting agar data tersebut tidak menjadi bias. Artinya, akurasi sebuah data menjadi penting dalam melakukan sebuah analisis. 

Terdapat berbagai cara untuk memproses verifikasi data. Verifikasi dapat dilakukan dengan membandingkan data yang menyajikan keterangan sejenis, misalnya mencari data serupa di media A, B, dan C yang kredibel.

Apabila ingin meningkatkan akurasi data, data dapat dibandingkan dengan data resmi instansi terkait, contoh: Dalam wawancara narasumber menyebut jumlah 2300an, dan di instansi resmi tertulis 2349.

Contoh Data

Contoh Data
www.nesabamedia.com

Agar lebih memahami apa itu data, mari menyimak contoh-contohnya:

  1. Seseorang melakukan sebuah penelitian tentang preferensi pilihan calon Wali Kota Malang dengan menyebarkan angket daring. Data yang terkumpul berupa nama, jenis kelamin, pilihan, dan sebagainya.
  2. Bendahara organisasi mahasiswa membuat sebuah laporan pertanggungjawaban keuangan akhir tahun. Ia melihat riwayat transaksi organisasi pada setiap program kerjanya, maka riwayat transaksi ini adalah data.
  3. Dokter Rumah Sakit Syaiful Anwar akan mendiagnosis penyakit pasien berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil pemeriksaan berupa tekanan darah, suhu tubuh, kadar gula, dan lain-lain termasuk data.

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

Pengertian Infomasi Menurut Para Ahli
materibelajar.co.id

Setiap data yang diperoleh pasti akan dianalisis untuk memperoleh suatu kesimpulan. Analisis pada suatu data merupakan proses pengolahan agar isi-isi data tersebut dapat dikembangkan. Pengolahan dan penyimpulan suatu data tersebut akan menghasilkan suatu informasi. Berikut adalah pengertian informasi menurut beberapa pandangan ahli. 

Informasi merupakan bahan yang berguna bagi pengambilan keputusan. Hal ini diungkapkan oleh Gordon B. Davies, Raymond Mc.Ieod, Lani Sidharta, Anton M. Meliono, George H. Bodnar, dan Tata Sutabri. Davies melengkapi jika informasi berasal dari pengerucutan data. Sementara itu, Mc.Ieod menyebutkan bahwa waktu memengaruhi kemanfaatan informasi. 

Kemanfaatan informasi tercantum dalam pendapat Azhar Susanto. Buch dan Strater, George R. Terry, Abdul Kadir, Macfadeen, dkk merinci manfaat ini dalam hal pengetahuan, terutama bagi penerima informasi. Manfaat lain diungkapkan oleh Jogianto H.M. Menurut ia, informasi dapat dijadikan sebagai bukti sah dan jelas atas suatu kejadian.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah dengan proses verifikasi dan analisis. Tujuan informasi adalah untuk menambah pengetahuan dan sebagai sarana perumusan kebijakan. Informasi merupakan kelanjutan dari bahan (dalam hal ini adalah “data”) yang memiliki nilai. Informasi juga berfungsi untuk mengurangi ketidakpastian, risiko kegagalan, dan keragaman versi yang tidak diperlukan.

Ciri-ciri Informasi 

Ciri Ciri Informasi 
www.pahlevi.net

Setelah kita memahami pengertian tentang informasi, maka dapat mengidentifikasi ciri-ciri dari informasi. Terdapat berbagai ciri yang perlu diketahui, agar para pembaca dapat membedakan antara informasi dengan data:

  • Informasi adalah data yang sudah diolah dengan berbagai metode dan teknik analisis. Pengolahan dilakukan agar informasi dapat diserap secara tepat dan mudah.
  • Suatu informasi hendaknya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada dasarnya, informasi memberikan suatu hal baru bagi pembaca untuk menambah kebutuhan keilmuan dan pengetahuan para pembaca. 
  • Informasi yang kredibel hendaknya mampu menjawab dugaan, hipotesis, keyakinan, dan juga memastikan suatu hal dari sebuah peristiwa. Hal tersebut tak terlepas dari data-data yang dikumpulkan untuk mendukung atau membuktikan suatu peristiwa maupun hal lain yang benar-benar nyata (terjadi). Dan suatu informasi harus dibarengi dengan analisis yang kritis dan akurat. 

Jenis-jenis Informasi

Jenis Jenis Informasi
www.dictio.id

Informasi terbagi menjadi informasi ilmiah dan informasi tidak ilmiah. Informasi ilmiah didapatkan dari sumber khusus seperti laporan penelitian. Informasi tidak ilmiah banyak kita temui dalam keseharian. Salah satu sumbernya adalah media pemberitaan seperti televisi atau surat kabar.

Berdasarkan sumbernya, informasi dibagi lagi menjadi tiga jenis:

  • Informasi Primer

Didapat langsung dari sumber utama. Contohnya dari wawancara atau penelitian.

  • Informasi Sekunder

Diperoleh dari kutipan atau sejenisnya. Tujuannya untuk membuka dan menggali informasi primer.

  • Informasi Tersier

Berupa rujukan atau keterangan seperti indeks dan katalog.

Berdasarkan sifatnya, informasi terdiri atas informasi faktual, konsep/opini, deskripsi, dan perincian. Informasi faktual mengandung dua jenis fakta, yaitu fakta umum dan khusus. Contoh fakta umum adalah: Dinda baru pulang dan sedang dijemput di terminal.

Apabila dijadikan fakta khusus akan menjadi: Dinda baru pulang dari Pasuruan dan dijemput Bella di Terminal Arjosari. Berdasarkan format penyajiannya, terdapat berbagai opsi seperti visual (contoh: infografik), audio (contoh: podcast), dan audiovisual (contoh: siaran youtube).

Lalu berdasarkan ruang lingkup terdapat informasi lokal, nasional, dan internasional. Dan masih banyak aspek pembagian lain. Namun, yang perlu diperhatikan informasi jenis apapun harus berkualitas.

Informasi sebagai Pengetahuan 

Informasi Sebagai Pengetahuan 
Informasi sebagai Pengetahuan

Informasi memiliki isi yang dapat memberi pengetahuan baru bagi pembacanya. Data-data yang diolah menjadi informasi memerlukan beberapa metode untuk menarik pembaca. Sesuatu yang menarik tersebut dapat menjadi sarana pendidikan. Contoh metode mengolah informasi adalah menghasilkan berita, esai, maupun karya-karya lain.

Dalam dunia pendidikan, informasi yang disampaikan diperoleh dari data-data yang telah dianalisis dan dikembangkan. Pengembangan dan analisis data tersebut dilakukan agar suatu informasi menarik dan dapat memberi pengetahuan baru serta utuh kepada pembacanya.

Informasi terkumpul dalam produk seperti buku, jurnal, laporan, dan sebagainya. Informasi ini terus berkembang dan diperbarui.

Kondisi Informasi Saat Ini

Kemudahan menyalurkan informasi melalui sarana daring bagaikan pedang bermata dua. Indonesia sedang mengalami banjir informasi palsu/hoaks. Kondisi ini menunjukkan pentingnya mengolah data yang valid secara apa adanya. Bagi penerima informasi pun harus senantiasa skeptis dan menguji kabar yang diterima.

Fenomena ini kembali merinci informasi keliru yang telah disalurkan menjadi disinformasi, dan misinformasi. Disinformasi disebarkan dengan kesengajaan untuk menyesatkan pembaca dari fakta yang semestinya.

Misinformasi umumnya berasal dari informasi yang terpeleset, terbumbui, dan terpenggal yang disebarkan tanpa maksud menipu secara sengaja. Baik disinformasi maupun misinformasi sama-sama berbahaya bagi masyarakat yang menerimanya.

Contoh Informasi

Contoh Informasi
www.ilmubahasa.net

Setelah menyimak uraian mengenai informasi, berikut adalah contoh-contoh informasi. Contoh diberikan agar dapat lebih memahami dan menjadi bahan menjabarkan perbedaan antara keduanya:

  • Sebanyak 73% warga Kota Malang cenderung memilih pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut tiga.
  • Organisasi mahasiswa mengalami defisit keuangan tahun ini karena terdapat pembengkakan anggaran pada program kerja Dies Natalis.
  • Pasien didiagnosis mengidap diabetes kering berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan.

Hubungan Data dan Informasi

Hubungan Data Dan Informasi
ico.urg.uk

Walaupun data dan informasi memiliki pengertian dan ciri-ciri yang berbeda, namun data dan informasi saling berkaitan satu sama lain. Hubungan keduanya amat erat. Terutama, apabila hendak membentuk gagasan dan argumen yang kredibel. Berikut adalah poin-poin hubungan antara data dan informasi:

  • Data merupakan bahan dasar untuk pembuatan sebuah informasi. 
  • Informasi adalah hasil pengolahan data menjadi bentuk yang lebih bermanfaat dan mudah dipahami oleh pembaca. 
  • Informasi dapat digunakan sebagai rumusan kebijakan publik, baik dalam level daerah, nasional, maupun internasional sehingga harus berbasis data yang akurat. 

 

Pada intinya, informasi akan menjadi penjelasan dari data yang ditransformasikan menjadi lebih bermanfaat dan mudah dimengerti. Data mentah yang telah terkumpul dipilah, dianalisis, diolah, dan disimpulkan untuk menghasilkan informasi.

Analisis harus dilakukan dengan metode-metode tertentu yang bersifat objektif. Objektivitas suatu analisis data akan menghasilkan suatu informasi yang aktual dan faktual. Data dan informasi sama-sama penting dalam kehidupan. Ada yang bersifat privat dan ada yang publik.

Data privat harus dilindungi dan rawan disalahgunakan. Untuk hal-hal yang bersifat publik dapat diakses pada laman terkait, bahkan dijamin oleh Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik.

Perbedaan Data dan Informasi

Perbedaan Data Dan Informasi
Perbedaan Data Dan Informasi

Contoh dan hubungan telah dijabarkan, sekarang saatnya membahas perbedaan data dan informasi. Agar lebih mudah memahami perbedaan antara data dengan informasi, akan lebih baik apabila menyimak poin-poin berikut ini:

  • Dalam penyajiannya dalam suatu teks, data bentuknya masih mentah dan tidak mempunyai makna apapun. Sedangkan Informasi sudah mempunyai sebuah makna tertentu berdasarkan suatu proses analisis dan penyimpulan.
  • Data lebih cenderung ke nilai mentah, penjelasan singkat atau sekadar gagasan. Data belum menjelaskan peristiwa secara konkrit dan utuh. Sedangkan, informasi yang merupakan hasil pengolahan data dengan metode tertentu bisa menjelaskan peristiwa secara komprehensif.
  • Rata-rata data tidak dapat dipahami dalam waktu singkat atau sekilas tahu. Sementara itu ketika seseorang mengetahui suatu informasi, berarti mereka sudah bisa memahami maksud dari informasi tersebut.
  • Sebagian besar data belum bisa digunakan dan atau diterima oleh akal karena masih perlu diproses. Sementara itu, informasi sudah bisa digunakan dan lebih bisa diterima  akal karena telah diolah agar lebih mudah dipahami oleh penerima.
  • Data belum bisa dipakai untuk mengambil sebuah keputusan, sedangkan informasi sudah dapat digunakan. Hal tersebut karena informasi telah diproses dengan surat analisis berdasarkan suatu metode. 
  • Data umumnya disajikan dalam bentuk angka, tabel dan grafik. Wujud ini bisa di konversi menjadi sebuah Informasi dalam bentuk teks, frasa, atau gambar-gambar ilustratif tertentu. Di sisi lain, informasi tersaji dalam satu teks utuh yang  mempunyai keterkaitan isi satu sama lain. 
  • Data belum bisa dipastikan menjadi sebuah informasi, karena data perlu diseleksi terlebih dahulu. Sedangkan informasi berasal dari data yang telah dianalisis dan dapat dipertanggungjawabkan. 

 

Nah, dengan membaca uraian di atas kita dapat memahami apa itu data dan informasi beserta perbedaan data dan informasi.

Kemudian kita dapat menyimpulkan bagaimana perbedaan data dan informasi. Selain itu, kita juga dapat memahami bahwa data dan informasi saling berkaitan satu sama lain. Hal tersebut karena informasi yang bermanfaat berasal dari data-data dan harus valid serta kredibel.  

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.